06 February 2019

treatment wicara balita yang bisa di lakukan di rumah okupasi keterlambatan berbicara usia tiga tahun

hy mommy

seperti yang saya bahas di postingan sebelumnya kalau anak saya sudah ke rumah sakit dan di cek baik baik saja, tidak ada yang perlu di khawatirkan. nanti juga bisa sendiri yang artinya anak saya NORMAL secara fisik dan organ bicara nya. silahkan cek postingan tentang sharing keterlambatan wicara  pada balita saya ini terlebih dahulu sebelum lanjut ke postingan ini, agar mengerti secara keseluruhan alur pembahasan ini. kenapa saya tulis pembukanya seperti itu untuk memberi tahu kan ibu ibu bahwa setiap anak berbeda dan tidak bisa di pukul rata. setiap anak memiliki case sendiri sendiri. semoga pengalaman anak saya yang terlambat bicara di usia tiga tahun ini bisa sedikit berguna bagi mommy lain di luar sana. 

akhirnya anak saya mengikuti treatment wicara atau okupasi secara pribadi atau privat. berbeda dengan rumah sakit pada saat pertama datang, terapisnya langsung obsevasi anak. mungkin karena privat ya jadi saya merasa seperti ya sudah, kamu datang ke sini karena kamu butuh alias terlambat bicara. sedangkan sebelumnya di rumah sakit seperti kamu datang untuk nyoba ngecek butuh enggak terapi. nah hari pertama datang ke terapis ini anak saya di observasi dan saya juga di tanya hampir mirip rumah sakit "tontonannya tv apa?" dan "main hape gedget gak?" belakangan ternyata saya baru tahu kebanyakan case anak delay atau terlambat bicara di rumah sakit karena hape dan tv. jadi tontonan seperti c*plin, l*rva, m*rsha, sh*un n ship adalah contoh tontonan yang minim percakapan dan juga berpengaruh pada delay speech anak.




gadget, TV, Bahasa
kebetulan anak saya tidak saya beri hp, sedangkan tv dia memang nonton tapi saya batasi. ini juga sebenarnya bermasalah karena TV saya upin dan ipin bahasa melayu, di rumah saya berbahasa indonesia, lingkungan berbahasa jawa, dan kadang kala tontonan youtube berbahasa inggris. anak saya seperti bingung memilih mengucapkan nama benda itu menggunakan bahasa apa seharusnya. akhirnya saya di sarankan menggunakan satu bahasa dahulu. pilih bahasa ibu nya dahulu, pastikan menguasai bahasa utama terlebih dahulu. 
sebenarnya menggunakan banyak bahasa tidak masalah untuk anak, anak akan bisa dengan sendirinya memilih hanya saja di sini saya merasa anak saya bingung dan kasusnya anak saya delay terlambat. 
solusi untuk kasus saya adalah saya memilih satu bahasa yaitu bahasa indonesia yang di gunakan keluarga saya untuk komunikasi dengan anak saya. contohnya untuk bilang minum ya seluruh keluarga menggunakan kata minum tidak ada yang bilang mimik, mik atau ngombe
untuk tontonan saya juga menyaring mencari yang berbahasa indonesia, youtube juga berbahasa indonesia. intinya semua lagu dan tontonan saya saring harus berbahasa indonesia.

Makan tidak di kunyah
masalah akhirnya di temukan, mungkin kalau mommy orang jawa pernah dengar celetukan "lag mangan ngemut ae keri ngomong e" atau dalam bahasa indonesia "makan lama di emut saja, lama bicaranya". tenyata memang benar. jadi anak saya itu makannya super duper lama, di tandon lama di mulut diemut tidak di kunyah. menurut terapis ipan (nama anak saya) makan tidak di kunyah menyebabkan rahang dan organ bicara menjadi kaku (kurang lentur). hal ini menyebabkan anak jadi terlambat bicara karena adanya gangguan pada alat organ bicara. untungnya pada kasus anak saya masih mau sikat gigi sehingga rahang masih sering terbuka,
solusinya untuk anak saya di pijet, jadi bagian luar mulut anak saya di pijet. mulut di tutup lalu menggunakan minyak bayi / baby oil bagian rahang, leher, sekitar mulut sering sering di pijet. selanjutnya mulut sering di suruh buka tutup, lanjutkan sikat gigi dan sikat juga bagian lidah nya. terakhir ajari anak mengunyah (kalau berani, tapi harus penuh pengawasan! ajari anak mengunyah permen karet)

perbanyak kosa kata anak, rajin mengajak berbicara
kelihatanya sepele tapi krusial. bisa jadi anak tidak mau berbicara karena tidak tau apa makna dari kata. mommy rajin rajin lah memberi tahu mengenalkan anak tentang benda atau hal di sekelilingnya. kalau ini memang saya yang agak Bego plus malas. saya tidak telaten bicara mengenalkan hal pada anak saya. 
solusi memperbanyak kosa kata anak dengan terus memberi tahu anak benda di sekelilingnya misal tunjukkan tanaman lalu sebutkan  per bagian "ini pohon" "ini bunga" "ini daun" lalu suruh anak menirukan.
kalau di tempat terapis menggunakan puzzel sambil bermain misalnya buah, terapis memegang potongan puzzel memberi tau ini buah mangga, anak menirukan, setelah berhasil menirukan anak memasang potongan puzzel ke tempat puzzel.


sebenarnya intinya di tempat terapis wicara fokus utamanya adalah anak di suruh berbicara, kebanyakan mengulang kata kata terapis. ibu-ibu juga bisa kok melatih di rumah tapi memang para terapis lebih punya solusi, alat dan trik untuk melatih. misalnya saja alat untuk pijet mulut awalnya di pijet dengan jari tangan, lalu ada juga alat seperti sikat karet, lalu ada juga alat pijet putar bergetar menggunakan batray. 

mungkin yang bisa di contoh ya itu tadi saat sikat gigi, lidahnya juga di sikat. di rumah berlatih mengunyah, berlatih teriak, berlatih meniup lilin, 

kemungkinan ke depannya saya akan membahas mainan apa saja yang di gunakan para terapis wicara yang mungkin bisa mommy coba juga di rumah buat merangsang minat anak berbicara. karena saya lihat di tempat terapis ini banyak sekali mainan nya. dan juga apa saja perkembangan anak saya ipan sekian dulu sampai jumpa di postingan berikutnya.

salam sayang

uli mayang


No comments:

Post a comment

Thanks for a nice comment

uli mayang.