20 January 2016

Rumah si embah di sawah, lengkong, kertosono-nganjuk / my grand ma and pa house

Hallo, well tepat nya minggu 17 januari 2016 lalu saudara alias pakde ( kakak dari ayah) saya dari toli toli sulawesi datang ke jawa. Beliau membawa serta salah seorang anaknya. Maka dari itu kami berkumpul di rumah embah (nenek/kakek saya) kedua embah saya sudah meninggal dunia sejak lama, dari ke tujuh putra dan putri dari embah yang masih hidup tinggal 4 dan kabar baiknya ayah saya anak bungsu. Haha..
Ayah saya yang statusnya anak bungsu alias paling kecil saja sudah mau punya cucu, bisa di bayangkan bagaimana kondisi kakak kakak dari ayah saya. Btw, rumah embah saya masih rumah lawas/lama/kuno, dan masih sama seperti jaman ayah saya kecil dulu. Let me show you how old it is.. 
Dari depan tampak seperti rumah jawa lama pada umumnya, istilahnya mungkin rumah joglo.. rumahnya terbuat dari kayu yang insyaallah masih kuat walau sedikit terlihat mengelupas cat nya nanti saja lebaran baru di cat lagi LoL..
Mau ambil air? Silahkan timba sendiri ya.. hitung hitung olah raga. ^,^ rumah jaman sekarang kebanyakan pakai sumur bor, sumur yang di gali atau manual kayak gini sudah jarang ditemukan. Saya si seneng seneng saja nimba air walau kadang ngeri takut nyemplung aka tercebur masuk dalam sumur.
Ini dapurnya, masih jadul banget ya? Masak masih pakai tungku dan kayu bakar. Belanga dan pancinya pada hitam semua luarnya. Kalau di pakai masak asap nya ajip benar.. liat lantai dapur kami masih dari tanah. Tapi rasa masakan dari dapur ini rasanya sedap!
Ruang tengahnya, tetap dalam nuansa jadul. Kursi kursi model lawas, meja lama, tv tabung, bufet lama, lantainya pun cuma semen di labur warna merah. Soko kuru aka tiang penyangga 4 ciri khas rumah khas tradisional jawa pun masih ada. Rumah kami tidak pakai plafon.
Saudara saudara uli mayang di sawahan, pria berbaju abu abu yang duduk adalah kakak dari ayah saya (pakpoh), wanita yang duduk berbaju batik kakak perempuan ayah saya (mak nah), pria berbaju biru kakak ayah saya dari toli toli (pakde nar), ayah saya yang mengenakan pakaian merah maroon.
Ini keponakan ku yang paling unik, namanya tiur nabila putri. Oh ya semua foto saya sendiri di postingan ini tiur yang fotoin, kalau menurut uli pribadi tiur berbakat, fotonya bagus jernih tidak blur padahal masih kelas 4 sd. Foto lainnya saya sendiri dan keponakan ku danang yang fotoin.
Outfit detail:
Clothes, unbrended
Pants, unbranded
Bangle, D.I.Y coming soon the tutorial
Bag, gift from old sister in law from turki
Wedges, renee local brand
Kurang lebih begitulah keadaan rumah kakek dan nenek uli mayang di sawahan, rumah lawas penuh dengan memori kenangan. Semoga sampai cucu saya nanti rumah ini masih ada sebagai rumah singgah kami. Sampai jumpa di posting berikutnya..

Salam sayang

Uli mayang



9 comments:

  1. what a lovely post my dear
    your style is so inspiring
    lovely :)
    with love your AMELY ROSE

    ReplyDelete
  2. what a lovely post my dear
    and thanks so much for the comment
    lovely :)
    with love your AMELY ROSE

    ReplyDelete
  3. wah.....uli mayang tetangga dong sm aku dan sprtinya aku pernh tau rmh itu.....aku di j kertosono

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku di sawahan. Wah ketemu tetangga nich.. salam kenal ya

      Delete
  4. kontak whatsap 082337460190 brian hariono

    ReplyDelete

Thanks for a nice comment, don't forget to leave your url so i can visiting back.

uli mayang.