11 May 2020

lebaran tahun ini pakek Baju baru atau Baju lama

baju-baru-vs-baju-lama-lebaran


Entah siapa yang memulai trend baju baru di hari raya? Seolah - olah sudah menjadi tradisi, lebaran ya baju baru. Tapi, untuk tahun ini saya sekeluarga sepertinya bingung menggunakan baju baru atau baju lama. Saat ini kondisi nya berbeda dengan tahun lalu, tahun ini prihatin. Tapi rasanya tidak pantas buat anak - anak kecil ikut bermuram di hari raya. Anak kecil cocoknya tertawa cegigisan di hari raya. Jujur saja dulu sewaktu kecil, yang saya nanti di hari raya selain jajan dan sangu adalah baju baru. Rasanya sangat bahagia bagaikan artis selebritis hendak manggung. Sewaktu anak kecil  dulu saya akan menyiapkan semua keperluan saya sebelum idul fitri. Mix and match warna baju sampai tas dan alas kaki. Entah lah, itu kenangan saya. Saya akan sangat bahagia, di belikan tas slempangan kecil warna pink untuk menaruh uang saku, hasil salam tempel dari tetangga. 


Seolah ingin anak saya merasakan kebahagiaan di hari raya. Saya rasanya tidak tega untuk tidak membelikan baju baru untuk si kecil. Bayangkan saja bahagianya menggunkan baju baru cantik keliling kampung. Masalahnya sekarang, lebaran kali ini tidak ada halalbihalal. Lalu baju baru masih perlu kah?. Saya pribadi yakin anak tetap senang di berikan baju baru walau di rumah saja. Tapi keluar untuk membeli baju baru rasanya mustahil. Kemaren malam saya sempat berinisiatif keluar membelikan baju untuk si kecil. Sesampainya di toko, saya langsung putar balik pulang. Toko ramai sekali, seolah sudah tidak peduli sosial distancing. 

Akhirnya pilihan selanjutnya membeli baju anak secara online, jujur saja saya tidak terlalu suka membeli pakaian online untuk si kecil. Sangat jarang sekali ukurannya pas dan bahannya sesuai. kalau tidak seperti baju lebaran tahun lalu karena kekecilan, ya baju nya seperti lungsuran karena kebesaran. Bahan dan gambarnya pun seringkali menipu mata saya. walau sudah membaca hasil feed back di kolom komentar, tetap saja di luar expectation. Entah lah sampai saat saya menulis ini saya belum membelikan si kecil baju baru. Mungkin si kecil akan menggunakan baju lama. Nanti setelah lebaran baru saya akan belikan baju baru. Atau, mungkin si kecil saya belikan baju online, kalau datangnya bagus ya di pakai. kalau kebesaran ya tunggu muat. 

Lalu untuk saya pribadi saya sudah memutuskan untuk menggunkan pakaian lama saja. Masih banyak baju saya yang layak pakai. Tahun ini suami saya tidak pulang, masih tugas di Afrika. Jadi saya juga tidak tertarik dengan baju baru. Toh suami juga tidak beli. Malah baju suami adalah baju yang saya yakin sudah jelek, karena sering di pakai. kemaren sewaktu cuti sudah saya pesan bawa baju batik, saya bilang bawa baju bagus satu. kata suami "ah.. nanti april udah pulang kok bund" ternyata bandara di tutup. sampai sekarang, entah kapan bisa pulang. jadi lah baju lebarannya seadanya saja. 

Andaikan tahun tidak ada covid 19, lebaran ini ada penerbangan suami bisa pulang. Andaikan masa tugas sesuai jadwal. Saya yakin saya akan sangat bergembira di lebaran tahun ini. Akhirnya bisa berlebaran bersama, berkumpul bersama. Saya yakin akan memesan baju sarimbit untuk keluarga kecil kami. Membeli baju baru untuk ngelencer. Tapi, sayangnya lebaran ini tidak sesuai planning. ya begitulah manusia berkeinginan, Allah SWT yang menentukan. Tetap syukur. bissmillah tahun depan bisa sesuai angan - angan. Tahun ini bersabar dulu pakai baju lama saja, biar sama dengan suami. Biarkan anak kami saja yang baju baru. 

oke sekian dulu sampai jumpa lagi di postingan berikutnya, jadi lebaran tahun ini kawan - kawan pakek baju baru atau baju lama?

salam sayang
uli mayang

No comments:

Post a comment

Thanks for a nice comment

uli mayang.