10 May 2020

Harapan Puasa Tahun Depan

harapan-puasa-tahun-depan-2021-uli-mayang

Hai, bagaimana puasanya masih lancar kah? semoga lancar ya. Sedih, Ramadhan segera berakhir. Sebentar lagi ramadhan memasuki minggu terakhir. Sebentar lagi harus menggucapkan selamat tinggal ramadhan. Semoga tahun depan kita dapat berjumpa lagi. Bismillah, andaikan ramadhan puasa tahun depan berjumpa lagi, saya mempunyai beberapa harapan. Harapan puasa tahun depan saya adalah :


Puasa yang aman dan damai
Berbeda dengan puasa sebelumnya, puasa tahun ini lebih tidak aman menurut saya. Mungkin karena effect akan hari raya dan sekaligus effect corona yang menyebabkan banyak pemutusan hubungan kerja (PHK) menyebabkan tingkat kriminalitas melonjak tajam. Kampung aku yang biasanya aman, beberapa waktu belakangan ini ramai pencurian. Mulai dari mencuri ala - ala karena ada kesempatan, sampai pencurian yang memang di niati. Saya bilang di niati karena sampai mecongkel jendela rumah dan masuk dengan cara membobol genteng. 

Jika ramadhan tahun sebelumnya kriminalitas hanya dalam keadaan sepi dan sunyi sekarang di tengah keramaian dan siang bolong juga banyak. Sunggu miris, siang itu seorang ibu hamil meninggal dunia karena jatuh dari sepedah montor saat di jambret di jalan. Almarhum dan suami sudah menantikan ingin memiliki momongan selama enam tahun pernikahan. Sedih teramat pastinya perasaan sang suami yang sudah bahagia akan memiliki buah hati, di hari yang sama kehilangan sang istri sekaligus calon bayi. Dan ini terjadi di kota saya, pelakunya residivis yang baru saja menjadi tahanan rumah. Semoga Almarhum di terima di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang di tinggalkan di beri kesabaran.

Saya berharap tahun depan puasa dalam keadaan yang aman dan damai. Merasa aman untuk bisa beribadah di musolah tanpa takut virus penyakit dan merasa damai untuk bisa bersilahturahmi berjumpa sanak saudara di kampung. Semoga keuangan ekonomi semua juga jauh lebih stabil di tahun depan. 
harapan-saya-di-ramadhan-puasa-tahun-depan-2021-uli

Puasa yang ramai.
Sunggu puasa tahun ini rasanya sepi, Anjuran untuk beribadah di rumah saja menyebabkan puasa tahun ini serasa ada yang hilang, sepi. Tawa - Riuh anak - anak cekikikan di musolah hilang. Jika biasanya embah - embah atau orang dewasa sering mengucapkan "Ssssstttt, diam tenang jangan ramai!" atau "ojo guyon ae!" tahun ini tidak demikian. Musolah sepi. Begitu juga jalan raya, tempat  - tempat makan hingga taman - taman dan pusat perbelanjaan sepi pengunjung. Tahun lalu mendekati waktu buka puasa, semua anak - anak sudah ganteng mandi berpakaian necis. Anak - anak mengajak ibu - bapak ngabuburit sekedar keliling sore menggunakan sepedah montor. Gliyat ekonomi sangat terasa, banyak pedagang dadakan menjajahkan takjil di atas trotoar kota ku. Bahkan saat ini aku rindu kegiatan yang sering ku anggap sia - sia 'bakar kembang api'. Tahun ini mendengar atau melihat langit di hiasi kembang api, rasanya senang. Ah, aku rindu. Semoga tahun depan bulan puasa kembali ramai. 

Puasa yang bahagia
Bukannya saya tidak bahagia. Saya bahagia, hanya saja banyak orang yang prihatin di puasa tahun ini. Banyak yang terkena imbas covid - 19. Mulai dari yang sakit terkena virus corona, para garis depan yang tidak bisa pulang menjalankan ibadah puasa bersama keluarga, perantauan yang tidak bisa mudik, pengurangan karyawan, omset yang menurun drastis dll. Semoga tahun depan puasa yang kita jalani jauh lebih bahagia untuk semuanya.

Semoga tahun depan tidak ada lagi pandemi, tidak ada lagi penyakit menular bersekala besar, kita bisa tertawa bahagia berkumpul bersama keluarga, keuangan setiap keluarga stabil, pasar kembali ramai. Berulang - ulang saya mengatakan kota saya mayoritas petani, tempat tinggal saya mayoritas supir dan beberapa pedagang. Jika tahun lalu mereka bisa senang karena mengantar pemudik sama dengan rejeki, pembatasan sosial bersekala besar membuat tahun ini seperti paceklik. Boleh percaya atau tidak para pedagang di pasar pun lesu, pedagang tidak berani mengambil banyak stok. Petani panen, tapi pedagang tidak berani ambil stok. Peternak sama saja, kemaren ayam potong per kilo di jual Rp 14.000. 

Sebagai info saya tinggal di kabupaten Kediri - kecamatan pare. Ini saya lampirkan link  harga ayam sempat menyentuh Rp 14.000 / kg dari kompasiana. Saya tau selalu ada untung dan rugi, saat harga murah pembeli sebagai konsumen akan senang, sebagai peternak akan rugi. Namun, alangkah baiknya jika harga di tengah - tengah. Terbeli oleh masyarakat dan petrnak tidak rugi. saya berharap semoga tahun depan puasa dalam keadaan bahagia.

Saya sangat berharap puasa tahun depan 2021 semua sudah jauh membaik. Ammiiinn~~~!!!. Itu saja harapan utama saya secara umum untuk puasa tahun depan. Sampai jumpa lagi di postingan berikutnya, selamat berpuasa.

salam sayang 
uli mayang

No comments:

Post a comment

Thanks for a nice comment

uli mayang.